Program Kegiatan Pengmas LPM

  • By Super User
  • In menuutama
  • Posted 22 Agustus 2016

Program Kegiatan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) UNAIR

LPM Universitas Airlangga merupakan wadah bagi menumbuh-kembangkan budaya pengabdian kepada masyarakat di kalangan sivitas akademika, mendorong pendayagunaan hasil kegiatan untuk mendukung misi pendidikan tinggi dan pembangunan nasional secara berkelanjutan; serta pengamalan IPTEKS berdasarkan kebutuhan masyarakat melalui metode ilmiah. LPM Universitas Airlangga memfasilitasi pengabdian kepada masyarakat yang mencakup 2 (Dua) program, yaitu (1) Pengabdian kepada Masyarakat (2) Kuliah Kerja Nyata-Belajar Bersama(Tematik dan Kebangsaan).

(1) Program Pengabdian kepada Masyarakat lebih diarahkan pada kreatifitas, inovasi dan penerapan IPTEKS. Program ini mencakup kegiatan yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditlitabmas – Ditjen Dikti dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN) Universitas Airlangga yang terdiri dari Pengabdian Masyarakat mono tahun, multi tahun, dan Iptekda LIPI.

        Adapun program Pengembangan Pengabdian Masyarakat yang terkait dengan kebijakan publik diarahkan untuk membantu pemerintah, utamanya pemerintah daerah, berkaitan dengan Otonomi Daerah, swasta dalam dan luar negeri, serta lembaga lainnya. Termasuk dalam program ini antara lain adalah pemberdayaan masyarakat.

(2) Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat atau KKN-BBM (Tematik dan Kebangsaan) merupakan suatu program mata kuliah wajib diselenggarakan oleh Universitas bagi semua mahasiswa S1. Keberhasilan pelaksanaan KKN Universitas Airlangga dapat tercapai dengan adanya kerjasama yang dilakukan tidak hanya menyangkut penerapan dan pengembangan hards skills namun juga soft skills bagi mahasiswa secara harmonis. Kerjasama internal dilakukan antar fakultas di lingkungan Universitas Airlangga, sedangkan kerjasama eksternal melibatkan pemerintah dan non-pemerintah/ swasta.Kerjasama yang harmonis diharapkan dapat menciptakan kelancaran komunikasi dalam penyelesaian masalah yang ada di masyarakat. Kerjasama ini membuka jalan rintisan menuju tercapainya tujuan dan sasaran kegiatan secara optimal.

Program Pengabdian kepada Masyarakat DIKTI

Skema kegiatan Pengabdian Masyarakat, meliputi:

  1. Prgram Kemitraan Masyarakat (PKM);

PKM merupakan paradigma baru yang bersifat problem solving, komprehensif, bermakna, tuntas, dan berkelanjutan (sustainable) dengan sasaran yang tidak tunggal. Tujuannya adalah membentuk/mengembangkan sekelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi, membantu menciptakan ketentraman, dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat, dan meningkatkan keterampilan berpikir, membaca dan menulis atau keterampilan lain yang dibutuhkan, selanjutnya untuk luaran wajib program PKM adalah satuartikel ilmiahyangdipublikasikan melaluiJurnalberISSN atauprosiding dari seminar nasional, publikasi padamediamasa cetak/online/repocitoryPT, peningkatandayasaing(peningkatankualitas,kuantitas,sertanilaitambahbarang, jasa,diversifikasiproduk,atausumberdaya   lainnyasesuaidenganjeniskegiatan yangdiusulkan), peningkatan penerapan iptek di masyarakat(mekanisasi,IT, dan manajemen) dan perbaikan tata nilaimasyarakat(senibudaya,sosial,politik,keamanan,ketentraman, pendidikan, kesehatan) sedangkan sebagai luaran tambahan program PKM adalah Metode atau sistem,Produk (Barangatau Jasa), HKI, buku berISBN, Inovasi TTG dan PublikasiInternasional

  1. Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK);

PPK merupakan programuntuk menghasilkan wirausaha baru dari kampus, melalui program terintegrasi dengankreasimetodeyangdiserahkansepenuhnyakepadaperguruantinggimelaluiProgram PengembanganKewirausahaan(PPK).Setiapperguruantinggi berhakmengelolalebihdari satu programPPK danbolehdiusulkanolehFakultas/jurusandenganmelibatkansejumlah dosenyang berpengalamanberwirausahadariberbagaidisiplinilmu.PPKmelaksanakan pembinaankepada tenantmelalui pelatihanmanajemenusaha dansejumlah kegiatankreatif lainnya.Tenantharus meningkatkan keterampilan dalam menghasilkanproduk di program studi masing-masing. PengelolaProgramPPKjugadisarankanberkolaborasidenganlembaga-lembagayang terkait dengan pengembangankewirausahaan, baik didalammaupun diluarkampus,termasuk programIptekbagiKreativitasdanInovasiKampus(PPKIK) diperguruantinggimasing- masing.

MisiprogramPPK adalahmemanduperguruantinggimenyelenggarakanunitlayanan kewirausahaanyang profesional,mandiridanberkelanjutan,berwawasanknowledgebased economy. Program PPKharus mandiri dan operasionalnya berkelanjutan, sehingga PPK diberipeluanguntuk mampumenjadiunitprofit.

PPKsetiaptahunwajibmembina20orangcalonwirausaha yang seluruhnyaadalahmahasiswaPKMK/PKMlainnya,mahasiswayangmerintisusahabaru danalumni. ProgramPPK diharapkanjugabersinergidenganbidangkemahasiswaan perguruantinggiuntukmerekrutmahasiswayang mendapatkanPKMKatauPKMlainnya, mahasiswadan alumniyangsedangmerintis usahasebagai tenant.

Tujuan program PPKadalah: menciptakan wirausahabaru mandiriyangberbasis iptek, meningkatkan keterampilan manajemen usahabagi masyarakat industri, dan menciptakan   metode   pelatihan   kewirausahaan   yang   cocok   bagi   mahasiswa PKMK/PKM lainnya/PMW/mahasiswayangsedangmerintis usaha/alumniwirausaha. Selanjutnya untuk Luaranwajib programPPKadalah SatuartikelilmiahpertahunyangdipublikasikanmelaluiJurnalberISSN(bukan padajurnalterbitanPTpengusul)atauprosiding   dariseminarinternasionalyang dilaksanakandidalamataudiluarnegeri yangdilakukansekalidalamsatutahun, publikasi padamediamasa, dan cetak/online/repocitoryPT, dan minimallimawirausahabarumandiriberbasisiptekpertahunyangsiapberaktivitas di masyarakat(individuatau kelompok) sedangkan Luaran tambahan programPPK berupa Metode atau sistem;Produk (Barangatau Jasa), HKI, buku berISBN, dan Inovasi baru TTG, dan PublikasiInternasional

  1. Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE)

PPPE merupakan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung selama tiga tahun dalam bentuk penerapan dan pengembangan hasilrisetperguruantinggi,untuk memacupertumbuhanprodukekspor yang dihasilkanolehUsahaKecilMenengah(UKM).Persoalanyang ditanganiolehtim pengabdianbersama mitra,meliputiseluruhsegibisnisusaha kecilatauusaha menengah sejak daripengelolaanbahanbakusampaike pemasaranproduk. Sehingga persoalan bahan baku, proses produksi, produk, distribusi,pemasaran, dan segipengelolaan usaha, menjadi bidanggarapan wajib PPPE.

MitraprogramPPPEadalahUsahaKecilMenengah(UKM)yang   mampumenghasilkan produkataukomoditas dengankaraktersebagai berikut:(1) untuktujuanekspor;(2) secara tidaklangsungdibawakeluarnegeri; dan(3)produkyang diperjual-belikanpadadestinasi pariwisata mancanegara.Selainmempertimbangkansegitujuanpemasaran,pemilihanmitra PPPE,hendaknyajugamemperimbangkanbeberapasegi,antaralain:(1) minimalmitra 2 unitUKM,(2)bukanUKMyang baruberdiriatauUKMyang sangatrentanterhadap persainganbisnis;(3) menghasilkanproduksejenis, (4) bersediamemberikontribusidana minimum Rp. 20.000.000,-(dua puluh jutarupiah),flatselamatigatahun;(5)membutuhkan penerapanIPTEK;dan(6)UKM mitra diprediksidapatdikembangkanlebihlanjutmelalui programPPPE

Tujuan PPPE adalah untukmemacu pertumbuhan ekspor produk Indonesia melalui pertumbuhan pasar yang kompetitif; memacu pertumbuhan ekspor produk Indonesia melalui pertumbuhan pasar yang kompetitif; meningkatkanpengembanganUKMdalammerebutpeluangekspormelaluipeningkatan kualitas produk dan pemasaran;mempercepat difusi teknologi dan manajemen masyarakat perguruan tinggi ke masyarakat industri; danmengembangkan proses link&match antara perguruan tinggi, industri, Pemda dan masyarakat luas.

  1. Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD)

PPPUDmerupakanproduk berupa jasa danbarang dengan keunikan/ciri khasditingkatdesa/setingkatdesa,kecamatan,kabupaten,danprovinsi,yangdihasilkan olehkoperasidanusahamikrokecildan menengah(UMKM). Parapelakuusaha berupaya memanfaatandanmengoptimalkanpotensisumberdaya alam,sumberdayamanusia, maupun potensi budaya lokal. untuk mengembangkan produknya agar mudah dikenal, mudahdidapat,danberdayasaingyang tinggi.Potensiprodukunggulanyang terdapatdi berbagaiwilayahIndonesia,memungkinkan untukdikembangkanlebihlanjutdengan bantuan dosendiperguruantinggi,melaluikegiatan pengabdiankepadamasyarakatsecara berkesinambunganselama tiga tahundalamProgramPPPUD.

Pengembanganprodukunggulan daerahakanberhasilapabila telahmelaluikajianyang mendalam dan di dalam pelaksanaannyasenantiasamelibatkan partisipasi (peran serta) mitra baikperseoranganmaupunkelompokdalamkegiatanperencanaan,pelaksanaan, evaluasi,dankeberlanjutan program. Pengembanganprodukunggulanjuga akanlebih berhasilbilamanadidukung olehperansertapemerintahderahkhususnyadalamhal koordinasidan pemberiankebijakanyang berpihakpadakoperasidanUMKMpenghasil pruduk unggulan daerah.

Mitra program PPPUD adalah koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengankaraktersebagaiberikut:mampu menghasilkanprodukyang memiliki keunikan/cirikhaslokal/daerah setempat,untuktujuan pasar dalam negeridinamis; tidak rentandalampersainganbisnis;ramahlingkungandanberbasisbudayasetempat;calonmitra berjumlah2sampai3;menghasilkanproduksejenis;membutuhkan penerapan IPTEK;dapat dikembangkan lebih lanjut melalui program PPPUD; bersediamemberikontribusidana minimumRp15.000.000,flat selama tiga tahun.

Tujuan PPPUD adalah sebagai berikut: meningkatkan pengetahuan dan keterampilan koperasi, dan UMKM yang berperan memacupertumbuhanproduk/jasaunggulandaerahuntukpasardalamnegeri yang dinamis;meningkatkankualitasdankunatitasprodukagarberdayasaingtinggidengantetap bepijak padakeunikan/ciri khas kedaerahannya;meningkatkan dayatarikprodukunggulankepadamasyarakat luas,memperkuat koperasidanUMKMagardapatsurvival,tangguh,danberkembang ditengahpersaingan;berperanaktif menjagakeberlangsungan warisanbudayalocal;mempercepat difusi teknologi dan manajemen masyarakat perguruan tinggi ke masyarakat industry;mengembangkan proses link&match antara perguruan tinggi, industri, Pemda dan masyarakat luas;

  1. Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK)

BerkaitandenganupayapengembanganbudayaEkonomiBerbasisPengetahuan(knowledgebased economy), perguruan tinggi perlu diberi akses dalam wujud knowledge and technoparkyang memanfaatkanpengetahuan,pendidikanmaupunhasilrisetdosen.Dengan menyelenggarakanProgram PengembanganUsaha ProdukIntelektualKampus(PPUPIK), perguruan tinggi berpeluang   memperoleh pendapatan dan membantu menciptakan wirausaha baru.Hasilrisetperguruantinggiyangmerupakaninovasibarudanmempunyai nilaiekonomisserta mendapatperlindunganHakKekayaanIntelektual(HKI)sepertihak cipta atau paten, merupakan asetyangsangat berhargabagi pertumbuhandan perkembangan PPUPIK.

Program PPUPIK diharapkan mampu mendorong perguruan tinggidalam membangun akses yangmenghasilkanprodukjasa dan/atauteknologihasilciptaannyasendiri.WujudPPUPIK diperguruantinggidapatberupa unitusaha,sebagaicontoh:pusatproduksi,pusatkonsultasi, pusatdesain,pusatpelatihan,pusatperbaikandanpemeliharaan(maintenance andrepair centre),pusatpenelitiandanpengembangan (research anddevelopment centre),danpusat perawatankesehatan(healthcarecentre).PPUPIKdapatbermitradengan Bank,BUMN, Pemda,Investordandapatjugabermitra dengankalanganindustrilainnya. PPUPIK dapat dikelola oleh kelompok dosen sesuai dengan kompetensinya di level laboratorium, perencana percontohan (pilotplan),bengkel,jurusan/departemen,fakultas/sekolah, UPT, pusatrisetdanpengembanganataulembagalainyang beradadidalamperguruantinggi tersebut.Sekalididirikan,PPUPIKdiharapkandapatsemakinberkembang melalui pengembanganpenguasaanilmupengetahuan,riset,ketekunanberusaha dankejelian menangkap peluangyang adadi masyarakat baik internal maupuneksternal kampus. Misi program PPUPIK adalahmenciptakan akses sosialisasiproduk-produk intelektualdosen di lingkungan perguruan tinggi dalam kerangka pemenuhan kebutuhan masyarakat baik internalmaupuneksternalkampus.

TujuanProgramPPUPIKadalahuntuk mempercepatprosespengembanganbudayakewirausahaandiperguruantinggi; membantumenciptakanaksesbagiterciptanyawirausahabaru; menunjang otonomi kampus perguruan tinggi melalui perolehan pendapatan mandiri atau bermitra; memberikankesempatandanpengalamankerjakepadamahasiswa; mendorongberkembangnyabudayapemanfaatanhasilrisetperguruantinggibagimasyarakat; dan membinakerjasamadengansektorswastatermasukpihakindustridansektorpemasaran.

  1. Prgram Kemitraan Wilayah (PKW)

ProgramPKW merupakan masalahkewilayahanyangterjadidi masyarakatdalamsuatudesa antara lain ketidakmapanansebagianbesarmasyarakatterhadappembangunankehidupanpribadi, keluargadan masyarakatdalam era globalisasi;iptek perguruan tinggi belumsecarasengaja ditujukan bagi kesejahteraan masyarakat;potensi masyarakat maupun sumberdaya alam lingkungannya belum termanfaatkan dengan baik danarif;danpenatakelolaan fisik kewilayahanyangbelumproporsional dan profesional yang bertujuan untukkesejahteraanmasyarakat, meningkatkankemandirian,sekaligus kenyamanankehidupan melalui keterlibatan aktif publik (inisiatif dan partisipatif), Pemkot/Pemkab berbasis Rencana Pembangunan   Jangka Menengah Daerah (RPJMD), non RPJMD danperguruantinggi(kepakaran).

Proposal ProgramPKWdisusunbersamatigapihakyangmeliputi: Perguruan TinggiPengusul, Perguruan TinggiMitradanPemkab/Pemkot. Adanya perguruan tinggiMitradipertimbangkan untuk membanguntradisikebersamaanantarperguruantinggisekaligusdimaksudkansebagai penyempurnajeniskepakaranyangdiperlukandalampelaksanaan PKW.PerguruantinggiMitra dapat dipilih dari perguruan tinggi se-kota atau dari   wilayah PKW yang ditetapkan Bupati/Walikota.AcuanyangdigunakandalammenyusunprogramPKWadalahRPJMD Pemkab/Pemkotdan non RPJMDsesuaidenganwilayahyangditargetkan.Hendaknyadipahami masyarakat perguruan tinggi, bahwaprogram PKWdiposisikan sebagaiwujudkontribusi nyata perguruan tinggi dalam menyukseskan program kewilayahan yangditurunkan Pemkab/Pemkot dari RPJMD dan non RPJMD.    

TujuanprogramPKWuntuk menciptakankemandirian,kenyamanandankesejahteraan masyarakatmelaluisinergi kepakaran masyarakatperguruan tinggi,kemampuan dan kebijakan Pemkab/Pemkot seperti tertuangdalam RPJMD, non RPJMDdanpotensi masyarakat; danmenemukansolusiataspersoalanyangdihadapiPemkab/Pemkotdan/ataumasyarakat serta secaralangsungatautidak langsung berpotensimemengaruhikenyamanan kehidupan masyarakat.

  1. Program Kemitraan Wilayah antara PT-CSR atau PT-Pemda-CSR

ProgramKemitraanWilayahyangdilaksanakanbersamaPemdadantelahdiresponsPemdadan PerguruanTinggidenganbaikselama beberapa tahun terakhir, dinilaitepatmenjadi partneraplikasimisiCorporate SocialResponsibility,CSRbagimasyarakat.Peluang menyejahterakanmasyarakatyangterbuka bagiseluruhperguruantinggi,tidakselamanya dapatlangsungdirealisasikan.Kendala palingutamayang dihadapiperguruantinggiadalah ketersediaan dana APBD Pemda. Beberapa PT berpengalaman melaksanakan program sejenisPKWdidukung danaCSR.Dengan demikian,terbukakemungkinanpengembangan program PKW kedalam3 (tiga)bentuk, yaitu: PKW-PEMDA,PKW-CSRdan PKW- PEMDA-CSR.BentukPKW-PEMDA padadasarnyaidentik denganprogramPKWyang selamainitelahdilaksanakan.Sedangkanduayang lainjugasamasepertiprogramPKW yang dikenalselamainibaik dalammisi,tujuanmaupunteknispelaksanaannya.Perbedaan yangtegasdiantaraketiganyaterletakpadasumber danapendukungnya.Danaprogram PKW-CSR bersumberdari DRPM Ditjen PenguatanRisbangdan satu ataulebih CSR sedangkan PKW-PEMDA-CSR dari DRPM, APBD Pemdadan satu ataulebih CSR.

ProposalprogramPKW-CSRatau PKW-PEMDA-CSRdisusunbersamapara pihakyang dapat meliputi:PerguruanTinggiPengusul,PerguruanTinggiMitradanLembagapenyandangdanaCSR; PerguruanTinggiPengusul,PerguruanTinggiMitradanLembagapenyandangdanaCSR dan Pemerintah Daerah (Kota atauKabupaten); ProgramIptekbagiWilayahyangdilaksanakanbersamaPemdadantelahdiresponsPemdadanPerguruan Tinggi dengan baik selama beberapa tahun terakhir, dinilai tepat menjadi partner aplikasimisiCorporateSocialResponsibility, CSRbagimasyarakat. Peluangmenyejahterakan masyarakatyang terbukabagiseluruhperguruantinggi,tidakselamanyadapatlangsung direalisasikan. Kendalapalingutamayangdihadapi perguruan tinggiadalahketersediaan dana APBDPemda.BeberapaPTberpengalamanmelaksanakanprogramsejenisIbWdidukungdana CSR.Dengandemikian,terbukakemungkinan pengembangan programIbWkedalam3(tiga) bentuk, yaitu: IbW-PEMDA, IbW-CSR dan IbW-PEMDA-CSR.   Bentuk IbW-PEMDA pada dasarnyaidentikdenganprogramIbWyangselamainitelahdilaksanakan.Sedangkanduayang lainjugasamasepertiprogram IbWyangdikenalselamainibaikdalammisi,tujuanmaupun teknispelaksanaannya.Perbedaanyang tegasdiantaraketiganyaterletakpada sumberdana pendukungnya. DanaprogramIbW-CSRbersumberdariDRPMDitjenPenguatanRisbangdan satuataulebihCSRsedangkanIbW-PEMDA-CSRdari DRPM,APBDPemdadan satuataulebih CSR meliputi; PerguruanTinggiPengusul,PerguruanTinggiMitradanLembagapenyandangdanaCSR atau PemerintahDaerah(KotaatauKabupaten).

PerguruantinggiMitra disarankanmampumembanguntradisikebersamaanantarperguruan tinggisekaligusdimaksudkansebagaipenyempurna jeniskepakaranyangdiperlukandalam pelaksanaan PKW-CSRdan PKW-PEMDA-CSR. PerguruantinggiMitradapatdipilih dari perguruantinggise-kota ataudariwilayah PKW-CSRatau PKW-PEMDA-CSR dilaksanakan. Masyarakatdan wilayahyangmenjaditargetprogram PKWditetapkanpihak Institusi/LembagapenyandangdanaCSR atau Pemda dan CSR.

Acuan yangdigunakandalammenyusunproposalPKW-CSRadalahmisidanprogram CSR.SedangkanuntukprogramPKW-PEMDA-CSRmengacukepadamisidanprogram CSRsertaRPJMD PemkabatauPemkot.Pada prinsipnya,programyangditetapkanCSR dan/atauRPJMDagardisinkronkangunamenghindaritumpang tindihnyaprogramserta sesuaidenganmisiprogramPKW. Dengandemikian,sinergisyang dibangundalamPKW- CSRatau PKW-PEMDA-CSRdiwujudkan dalambentukkerja sama kepakaran, pengintegrasian,kebersamaandalampelaksanaanprogrammaupun kontribusipendanaan

Tujuan program PKW-CSRatau PKW-PEMDA-CSRadalah:menciptakankemandirian,kenyamanandankesejahteraanmasyarakatmelaluisinergi kepakaran masyarakatperguruan tinggi,kemampuan dan kebijakan Pemkab/Pemkot seperti tertuangdalam RPJMD, non RPJMDdanpotensi masyarakat; danmenemukansolusiataspersoalanyangdihadapiPemkab/Pemkotdan/ataumasyarakat serta secaralangsungatautidak langsung berpotensimemengaruhikenyamanan kehidupan masyarakat.

  1. Program PengembanganDesa Mitra (PPDM)

ProgramProgramPengembangan DesaMitra(PPDM)bertujuan untuk mengejawantahkanperananPerguruanTinggidenganluaranrencana strategisriset unggulandanpengabdiannyasecara lebihriilpada masyarakatdesa.UrgensiPPDM ini adalahbanyaknyapotensidesayang belumdiberdayakan secara optimal,sertakurangnya penguatansainsberupaaplikasihasilrisetdariperguruantinggi.Urgensipenting lainnya adalahadanyadoktrinasidanmotivasimoral, kepedulian,sekaligustantanganmelakukansistering(pendampingan) penatakelolaanpembangunansebagaiupayameningkatkan kemandirian   dan kesejahteraanmasyarakatdesa. Dukungan dari   PEMDA/instansi pemerintahataupemangku kepentingan(stakeholders)terkait(programCSRdari industri/institusi)akan memberikanpenguatanbagikeberhasilanprogram.Isu-isupenting yang ditanganidalamprograminiantaralainpendidikan,kesehatan,lingkungandan konservasi,pangan, energi,eco-tourism, budaya, industri kreatif, penatakelolaan wilayah/sumber daya alamdansumber daya manusia,moral,karakter danetika,maritim, atau lainnya. Dengan demikian, akanterbangunDesa Mitra perguruan tinggiyangmemiliki keunggulantertentusebagaiicondanpenggerakutama(prime mover)pembangunandesa sekaligus sebagai salah satu modelsains-techno and tourism park

Tujuan umun ProgramPengembangan DesaMitra(PPDM)iniadalah:

- mengejawantahkanhilirisasi hasil riset unggulanPTdalam membangun masyarakat desa;

- membantu program pemerintah dalam pembangunan masyarakatdan wilayah desa;

- membantu mensukseskan terlaksananyaprogramRPJM Desa;

- meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa;

- mempercepat pembangunan desapadaberbagai bidangsecaraberkelanjutan; dan

-     memperkuat sinergisme perguruan tinggi (PT)   dengan stakehoder terkait dalam pembangunan desa.

Tujuan khusus ProgramPengembangan DesaMitra (PPDM)iniadalah:

-     memberikansolusipermasalahanmasyarakatdesadenganpendekatanholisticberbasis riset multidisiplin;

-     mengaplikasikan hasil riset unggulan perguruan tinggi yang sesuai dengan urgensi kebutuhan masyarakat desa;

-     memberikanpenguatanpotensimasyarakatdesamelaluiaplikasihasilrisetunggulan perguruan tinggi (sistering desa); dan

- membentuk Desa Mitrasebagai salah satu modelscience-techno-park perguruan tinggi.

  1. PROGRAM HI-LINK

Penerapanteknologiselaluberakardariinovasiteknologiyangbertujuanuntukmenemukancara penyelesaian masalah secara ilmiah atas persoalan yang dihadapi. Tahap inovasi teknologi diawali dengan kegiatan penelitian dan pengembangan   yang dilakukan di Perguruan Tinggi (PT).Hasilinovasiteknologi dapat diangkat sebagai potensi teknologiyang dapat diterapkan di industri.

ProgramHi-Linkdirancang untukmendukung kegiatanpenerapanteknologiyang dihasilkan oleh PerguruanTinggi(PT) kepada industriyangdisinergikandengandukungandari pemerintahdaerah(Pemda) atau Satuan Kerja PerangkatDaerah(SKPD) sebagaipengguna anggaran.Programtelahberlangsunguntukbeberapaangkatandiawalisejakpadatahun2006. Program mewajibkan beberapaketentuan sebagai berikut: Kontribusiindustri mitradan Pemda diwajibkan dalam bentuk tunai (investasi baru); dan teknologiyang dialihkanolehperguruantinggikepadaindustrimitraharusmulai diterapkansejak tahun pertama diindustrimitra,sambilmelakukanteruspenyempurnaan dalam bentuk penelitian terapan dari teknologi tersebut; dan kerja samainidapatberlangsung diluarpropinsilokasiPerguruanTinggidengan mempertimbangkan efektifitas programdarisegipengeluaranbiayaperjalanan. DiharapkanTimPengusuljuga bekerja sama denganrekanpakardariPerguruanTinggi yang adadi wilayah sasaran.Secaraumum,programinibertujuanuntukmeningkatkankemampuandalampenerapanalihteknologi bagi Perguruan Tinggi,komunikasi dan kerjasamaantara PT,industri dan pemda dalampenerapanalihteknologiyang dihasilkanolehPerguruanTinggisertameningkatkan peran PTdalampengembanganindustri agarmemperkuatdayasaingbangsa dantingkat kesejahteraan masyarakat melalui penelitian, pengembangan dan penerapan hasil-hasil litbang dan secarakhusus,programinibertujuanuntukmengembangkanmodelprogramkerja sama PerguruanTinggi,IndustridanPemdadalamkegiatanpenerapanteknologiyang dibutuhkan oleh industri dan masyarakat, dan berasal dari hasilpenelitian dan pengembangan.

  1. PROGRAM KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN

Program KKN- PPMmerupakankegiatanlapanganbagimahasiswa yangmenempuh bagianakhirdariprogram pendidikan S-1/D-4. bersifatwajibbagisemuamahasiswa,karenauniversitasmempercayaibahwa   programini mampumendorong empatimahasiswa,dan dapatmemberikansumbanganbagipenyelesaian persoalan yang ada di masyarakat.   Kegiatan KKN menjadi bentuk nyata   kontribusi universitas bagimasyarakat, industri, pemerintah daerah dankelompok masyarakat yang ingin mandiri secara   ekonomi maupun sosial. Konsep“workingwithcommunity”telahmenggantikankonsep“workingfor the community”.

UntukmenjagacitradanmutukegiatanKKN tersebut,sudahselayaknyakegiatanKKN tersebutlebihkontekstualdenganmengubah paradigma pembangunan(development) menjadi paradigmapemberdayaan(empowerment).Atasdasarhaltersebutdiatas,revitalisasi Kuliah Kerja Nyata menjadiKuliahKerja Nyata– Pembelajaran PemberdayaanMasyarakat(KKN- PPM)PerguruanTinggi(PT)diseluruhIndonesiasangatlahpenting untukdilakukan.Halini didorongolehkenyataanbahwabanyakPT yangdulunyamenetapkanmatakuliahKKN menjadimatakuliahwajibtingkatsarjanasekarang hanyamenjadimatakuliahpilihandan yang lebih menyedihkanlagiadalah banyakperguruantinggiyang sudahmenghapus mata kuliah KKN dari kurikulumnya.

MengingatpentingnyaKKN ini,sudahsepantasnya PTmewajibkanmahasiswanyauntuk mengikutiKKN.Agarpembelajaranyang begitupenting tersebuttetaprelevan,PTharus melaksanakanrekontekstualisasikegiatanKKNmenjadiKKN-PPM.Untuk itulah misiyang tersiratdibalikpenyelenggaraanKKNtersebutbisatercapaisecara optimaltanpaketinggalan konteksakibatadanyadinamikaperubahan yangcepatdalammasyarakatdiluardinding kampus.Dengandemikiandisainoperasionaldancara penyelenggaraanperludisesuaikan dengan kondisimasing-masing PT.

Untukmencapaimaksud tersebut,peranpemerintahdalamhaliniKemenristekdiktisangat diharapkan.Salahsatukegiatanyang dapatmenjadimediapelaksanaanrevitalisasitersebut adalah dengan mengadakan kompetisi program KKN-PPM bagi Perguruan Tinggi di Indonesia.

Kegiatan Program KKN-PPM menjadi Program Pemberdayaan Masyarakat di PerguruanTinggi yang bertujuan untuk:mempertahankan   matakuliah   KKN-PPM   menjadi   matakuliah   wajib   padaPerguruanTinggi diIndonesia;mengubahpelaksanaanprogramKKN-PPMdariparadigmapembangunan(development)menjadi paradigma pemberdayaan (empowerment);menerapkanKKN-PPMdiPerguruanTinggiagardalampelaksanaannyadapatmenjaditools solusi penangananmasalah pembangunan diIndonesia;mengembangkantema-temaKKN-PPMdengankonsepco-creation,co-financingdanco- benefit;hilirisasihasil-hasilrisetdosenyang dapatditerapkankepadamasyarakat melaluiprogram KKN-PPM; danmengembangkantema-temaKKN-PPMyangbermitradenganpemerintahdandunia usaha.

Skema Pendanaan, Tim Pelaksana, Waktu, dan Pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat

Skema Pengabdian

TimPelaksana

Waktu

Biaya(jutaRp)
DRPM PT Mitra

1. Program Kemitraan Masyarakat (PKM)

Ketua pelaksana dengan 1-2 anggota

1 tahun

40-50

   

2. Program Pengembangan

Kewirausahaan (PPK)

Ketua pelaksana adalah dosen dan maksimum 3 anggota (dosen, praktisi, teknisi/programmer)

3 tahun

100-150

25

 

3. Program Pengembangan

Produk Ekspor(PPPE)

Ketua pelaksana dengan 1-2 anggota

3 tahun

100-150

 

20

4. Pengembangan Produk

Unggulan Daerah (PPPUD)

Ketua pelaksana dengan 1-2 anggota

3 tahun

75-100

 

15

5. IptekbagiKreativitasdan

InovasiKampus(PPUPIK)

Ketua pelaksana dengan 1-2 anggota

3 tahun

150-200

40

 

6. Program Kemitraan Wilayah

(PKW)

Ketua pelaksana dengan 1-2 anggota

3 tahun

100-150

 

Min.

100

7. Program Kemitraan Wilayah- CSR(PKW-CSR) Ketua pelaksana dan anggota (dosen, staf PEMDA, staf lembaga lain)

3 tahun

100-150

 

Min.

100

8. Program Pengembangan

Desa Mitra (PPDM)

Ketua pelaksana dengan 1-2 anggota

3 tahun

100-150

10%

Min.

100

9. Program Hi-Link

Ketua pelaksana dan anggota 1-2

(dosen, staf PEMDA)

3 tahun

150-250

 

150-250

10.Program Kuliah Kerja Nyata

-Pembelajarandan

Pemberdayaan Masyarakat

(KKN-PPM)

Ketua pelaksana dan anggota 1-2

1-3 bulan

75-100

   
Hits 2950