UNAIR Terjunkan 3.477 Peserta KKN-BBM TEMATIK Untuk Memberdayakan Manusia Pedesaan

  • By Super User
  • In LP4M News
  • Posted 20 Juli 2017

UNAIR NEWS – Sebanyak 3.477 peserta program Kuliah Kerja Nyata-Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBM) Tematik Universitas Airlangga ke-56 siap mengabdi kepada masyarakat. Mereka dilepas oleh Wakil Rektor I beserta tamu undangan di Airlangga Convention Center, Senin (17/7).

Ketua Lembaga Pengabdian, Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Masyarakat Prof. Dr. Jusuf Irianto, M.Comm, mengatakan ada perubahan mendasar dalam pelaksanaan KKN-BBM Tematik periode kali ini.

Mahasiswa diminta untuk menjalankan program-program kerja berdasarkan empat tema besar. Yakni kesehatan, revolusi mental, pos pemberdayaan keluarga (pos daya), dan ketenagakerjaan.

“Ada perubahan mendasar. Tema-tema program KKN merujuk pada program SDGs (Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan). Bidang pelaksanaan program KKN-BBM Tematik ada empat tema yaitu kesehatan, revolusi mental, pos daya, dan TKI (Tenaga Kerja Indonesia),” tutur Jusuf.

Peserta program KKN-BBM Tematik akan diterjunkan ke sepuluh kota dan kabupaten pada Selasa (18/7). Kesepuluh wilayah itu adalah Surabaya, Gresik, Lamongan, Nganjuk, Sampang, Kediri, Bojonegoro, Jember, Probolinggo, dan Banyuwangi.

Pembagian wilayah penerjunan itu didasarkan pada permintaan pemerintah setempat dan program kerja yang akan diimplementasikan oleh peserta KKN-BBM Tematik.

Bersama dengan Kementerian Kesehatan RI dan UNICEF, program kerja bidang kesehatan akan dilaksanakan di seluruh wilayah penerjunan. Targetnya adalah untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta peningkatan angka kecukupan gizi.

Program kerja bidang revolusi mental yang bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan akan dilaksanakan di Gresik dan Lamongan.

Program kerja bidang pos daya bersama pemerintah kabupaten setempat dilaksanakan di empat wilayah di Lamongan, Jember, Nganjuk, dan Sampang.

Terakhir, program kerja bidang ketenagakerjaan yang bekerjasama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dilaksanakan di Banyuwangi, Jember, Bojonegoro, dan Sampang.

Selain KKN-BBM Tematik, lima mahasiswa UNAIR juga dikirimkan untuk mengikuti KKN Kebangsaan di Gorontalo. Pada program ini, mahasiswa UNAIR peserta KKN-BBM bersama dengan ratusan peserta lainnya akan menanamkan nilai-nilai kebangsaan di Gorontalo.

Mulai periode ini, mahasiswa UNAIR yang mengikuti presentasi di konferensi internasional juga dihitung sebagai pelaksanaan KKN-BBM Tematik. Pada semester ini, ada 29 mahasiswa UNAIR yang turut serta dalam konferensi internasional di antaranya di Thailand, Malaysia, Korea Selatan, dan Inggris.

Mereka berasal dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Ilmu Budaya.

“Mereka tidak perlu ikut KKN-BBM. Tetapi, jika dia sudah pulang dari luar negeri dan masa KKN-BBM belum berakhir, mereka diperkenankan untuk mengikuti KKN-BBM sebagai tambahan pengalaman. Ini terobosan yang bagus karena semua karya mahasiswa kami hargai,” imbuhnya.

Intervensi dan edukasi
Salah satu perubahan mendasar lainnya dalam pelaksanaan KKN-BBM Tematik adalah kontinuitas program kerja di wilayah penerjunan. Guna menjaga keberlanjutan program kerja, mahasiswa diminta untuk melakukan survei, intervensi, dan edukasi terhadap kebutuhan masyarakat setempat.

Jusuf yang juga pakar manajemen sumber daya manusia pun mengingatkan agar mahasiswa juga membuat dokumentasi kegiatan KKN-BBM dalam format audio visual dan dipublikasikan di media sosial.

Salah satu konseptor KKN-BBM Tematik Prof. Haryono Suyono menyampaikan agar mereka bisa menjalankan program-program KKN-BBM Tematik dengan baik.

“Saudara-saudara ini membawa pesan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membangun manusia pada 15 tahun mendatang,” imbuh Haryono.

Sumber: http://news.unair.ac.id/2017/07/17/3-477-peserta-kkn-bbm-siap-memberdayakan-manusia-pedesaan/

Hits 333